Jumat, 21 Oktober 2011

Investasi Dunia Akhirat

Dalam suatu kesempatan, saya mengunjungi salah satu toko buku yang cukup terkenal . Kunjungan ini bermula karena ada seorang kawan yang minta ditemani untuk membeli beberapa buku keperluannya. Banyak sekali buku yang bagus dengan judul, warna maupun ukuran yang sangat bervariasi dan menarik. Ditambah dengan iming-imingan diskon yang lumayan besar, sungguh menggiurkan. Selama berada disana, saya menghabiskan banyak waktu pada salah satu pojok bangunannya, dikumpulan buku tentang investasi. Dari sekian banyak pembahasan, ada salah satu buku yang mengatakan bahwa investasi terbaik adalah emas, property bangunan dan tanah. Benarkah demikian?
Kalau kita membahas tentang kebenarannya mungkin akan ada yang pro maupun kontra. Sang pengarang tentu punya alasan-alasan tersendiri sehingga mengatakan demikian. Menginvestasikan uang yang kita miliki dalam bentuk emas akan memudahkan kita dalam membawanya, bangunan akan lebih aman dari para pencuri dan perampok, tanah lebih aman dari kebakaran, gempa bumi dan bencana alam lainnya. disamping itu, ketiga macam bentuk investasi itu tingkat resikonya lebih rendah dan bisa mengimbangi efek inflasi ( penurunan nilai mata uang) serta tidak perlu pengetahuan yang banyak seperti investasi di pasar saham.

Alasan-alasannya memang masuk akal. Namun sayang, semua bentuk investasi itu hanya berguna buat kita selama nyawa masih dibadan, menjamin masa depan kita sebatas ketika kita masih hidup didunia. Lalu bagaimana ketika kita sudah meninggal? Investasi apa yang akan menjamin kita di akhirat?. Menurut pendapat pribadi saya , investasi yang lebih menjamin kesejahteraan dan kebahagiaan masa depan kita tidak hanya didunia saja, tetapi juga diakhirat yaitu investasi ilmu pengetahuan dan amal ibadah.

Bagi sebagian orang ilmu pengetahuan bukanlah hal yang penting,tapi bagi sebagian orang yang lain itu adalah hal yang tidak boleh tidak dan selalu menjadi prioritas paling utama. Perbedaan cara berpikir ini sebenarnya juga dipengaruhi oleh tingkat ilmu dan pengetahuan yang bersangkutan, visi dan misi hidupnya serta lingkungan tempat dia sehari-hari berada. Dalam berinvestasi tentu kita mengharapkan untung yang selalu berlipat setiap tahunnya, namun tetap ada kemungkinan suatu saat investasi kita malah berkurang nilainya, begitu juga investasi ilmu pengetahuan. Jika kita memanfaatkannya untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama maka itulah investasi idaman, tapi jika kita pergunakan untuk kegiatan yang mencelakakan orang banyak, bencanalah yang akan kita dapatkan.

Orang yang berilmu biasanya akan lebih susah untuk ditipu atau dibodohi oleh orang lain sehingga bisa terhindar dari berbagai kejahatan. Mereka juga bisa membedakan antara halal dan haram, perbuatan yang mendapatkan pahala dan yang mendatangkan dosa dan hal ini akan menjadikan mereka mampu menjaga dirinya sendiri dari berbagai tipu daya dunia. Ketika ditimpa suatu permasalahan berat, orang yang tidak berilmu cenderung langsung mengambil jalan pintas seperti bunuh diri. Namun orang yang berilmu akan mencoba untuk mengatasinya, bukan lari dari permasalahan tersebut dan kalaupun mereka tidak berhasil mengatasinya, mereka tidak akan sampai bunuh diri karena tahu itu perbuatan dosa.

Menjadi orang terkenal tentu merupakan harapan banyak orang. Melihat wajah kita sendiri terpampang di surat kabar ataupun televisi karena suatu prestasi sungguh membahagiakan tidak hanya diri kita tapi juga keluarga bahkan mungkin orang-orang di kampung kita. Semua orang akan menghormati dan memuliakan kita dan nama kita akan diingat selalu bahkan sesudah kita meninggal. Untuk bisa seperti itu tentu saja kita perlu ilmu pengetahuan, tanpa ilmu tidak akan ada prestasi apapun. Inilah yang saya maksudkan dengan investasi Ilmu Pengetahuan, selama kita hidup didunia kebahagiaan akan kita dapatkan dan ketika kita meninggal pahala berkat pemamfaatan ilmu yang kita miliki terus mengalir.

Lalu bagaimana dengan investasi berupa amal ibadah?

Istilah Multi Level Marketing (MLM) bukanlah hal asing lagi dewasa ini. Setiap orang yang berhasil mendaftarkan seorang anggota baru akan mendapatkan persentase tertentu dan terus mendapatkan persentase selama anggota dibawahnya berhasil mengajak orang lain bergabung. Lebih kurang seperti itu. Investasi berupa amal ibadah juga tidak jauh beda, saya meminjam istilahnya Aa Gym dengan menyebutnya Multi Level Pahala.

Abu Bakar Assiddiq salah seorang sahabat Nabi, termasuk orang paling pertama yang masuk islam dan salah seorang yang pahalanya sangat banyak. Beliau berhasil mengislamkan beberapa orang quraisy dan beliau mendapatkan pahala. Orang quraisy tersebut kemudian mengislamkan lagi kawan dan keluarganya dan Abu Bakar tetap mendapatkan pahala. Kawan-kawan orang quraisy itu kemudian mengislamkan lagi yang lainnya dan terus berlanjut sampai islamnya orang-orang Indonesia dan Abu Bakar masih tetap mendapatkan pahala. SubhanAllah. Itulah contoh investasi amal ibadah, Multi Level Pahala.

Begitu juga jika kita banyak bersedekah, membantu orang-orang kurang mampu. Semakin sering kita bersedekah rezekipun insyaAllah akan semakin mengalir. Karena image, nama baik yang kita miliki maka para client bisnispun akan semakin percaya pada kita dan pundi-pundi rupiahpun akan semakin bertambah. Dan diakhirat nanti pahala sedekah kita akan terus mengalir.

Ada sebuah pepatah inggris yang berbunyi “Like Father Like Son” yang maksudnya lebih kurang bahwa seorang anak itu akan mempunyai kemiripan sifat dengan ayahnya. Jika ayahnya seorang yang taqwa dan rajin beribadah, maka anaknya pun akan lebih kurang seperti itu karena seorang anak akan cenderung meniru dan mengikuti jejak orang tuanya dan seorang orang tua akan cenderung mendidik anak-anaknya untuk menjadi seperti dia atau lebih baik dari dia. Ketika seorang ayah berhasil mendidik anaknya menjadi orang yang taqwa,berperangai baik serta berilmu maka ia akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Bahagia dunia karena anaknya berhasil bermanfaat untuk masyarakat dan ia akan mendapatkan pahalanya serta bahagia di akhirat karena nantinya akan terus mendapatkan aliran doa kebaikan dari sang anak. Lebih kurang begitulah penjelasan singkat tentang investasi berupa Amal Ibadah. Didunia mendapat keuntungan dan diakhiratpun tetap mendapatkan keuntungan.

Rasulullah bersabda “Jika seorang anak Adam meninggal maka akan terputuslah semua amal ibadahnya kecuali tiga perkara, Shadaqah Jariah, Ilmu yang bermanfaat dan Anak shaleh yang selalu mendoakannya”.( Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad)

Wallahu A'lam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar